Breeder Handal dari Kota Kebumen + Video

Mr. G Kebumen BF

Mr. G Kebumen

Havindo Pakan Optima – Semarang, Siapa yang tidak kenal dengan breeder Murai Batu asal Kota Kebumen ini, sosoknya yang sangat bersahaja, ramah dan penuh rasa kekerabatan sangat enak untuk diajak sharing tentang dunia breeding Murai Batu. Beliau adalah Mr. G atau Mr. Gunawan. Mengawali kiprah didunia Breeding sejak tahun 2004 dengan 2 pasang Murai Batu, dari modal pertama tersebut perjalanan Panjang pun dimulai. Tidak ada yang instan untuk menjadi breeder handal, semua dilalui dengan niat dan tekad yang kuat.

Niat untuk mendirikan usaha breeding didapat setelah merasa jenuh ikut berlomba dan didorong dari saran  seorang teman yang memberikan ide untuk mencoba menjadi seorang breeder murai batu. Bertanya kepada teman-teman yang lebih dulu memulai usaha breeding menjadi agenda penting agar lebih mengenal serta mendalami seluk belum tentang siekor panjang ini.

Mr. G sangat selektif dalam memilih bakalan indukan yang akan ditangkarkannya ini, rata-rata indukan pejantan didapat dari burung lapangan yang terbilang moncer diatas gantangan. Untuk betina dipilih dari pasangan indukan bertrah juara. Hal ini dilakukan agar didapat garis keturunan yang sangat berkualitas. Penuturan Mr. G pejantan petarung asal lapangan lebih sulit untuk diternak dikarenakan sifatnya yang lebih agresif.

Taman yang dahulunya merupakan tempat awal mula breeding Mr. G

Setelah indukan didapat, proses penjodahan dilakukan secara bertahap, pengenalan pejantan dan betina dilakukan dengan menggunakan kandang kotak kecil agar kedua burung ini beradaptasi terlebih dahulu. Setelah dirasa ada kecocokan salah satu burung mulai dilepas dikandang ternak. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pejantan melukai sibetina ataupun sebaliknya.

Proses penjodohan ini merupakan bagian paling krusial saat kita memulai usaha breeding, setelah proses penjodohan dilalui kemungkinan besar betina untuk bertelur sangat besar. Betina yang baik harus bisa membuat sarang,bertelur dan melolohkan anaknya. Bila Betina sedang memasuki masa bertelur bisa terlihat dari seringnya mengangkut daun pakis kering untuk membuat sarang. Bila sudah terlihat betina membuat sarang bisa dipastikan dalam waktu 14 sampai 28 hari akan menetaskan trotolan. Bisa diliat dari cangkak telur yang jatuh dilantai kandang, maupun dengan pengecekan rutin setiap hari.

Tempat indukan yang sedang mengalami masa mabung

Pemberian pakan harus diperhatikan dimasa penjodohan maupun setelah burung betina menelurkan trotolan, menjaga kandungan nutrisi menjadi perhatian khusus. Dari pemberian extra fooding seperti jangkrik, ulat hongkong maupun ulat kandang serta kroto dilakukan secara berkala setiap harinya. Kebutuhan air minum dan air untuk mandi pun tidak luput dari pantauan sehari-sehari. Untuk voer Mr. G memberikan Twister Gold untuk para indukan maupun trotolan yang sudah bisa makan sendiri.

Pemberian voer Twister Gold menjadi penyeimbang kebutuhan nutisi bagi para indukan maupun trotolan yang dihasilkan Mr. G Kebumen BF. Dengan nutirisi yang ditawarkan Twister Gold menjadikan komposisi pemberian pakan harian mudah untuk di monitor setiap indukan. Kandungan protein 18 % sangat cukup untuk menjaga birahi indukan, berguna juga bagi trotolan agar menjaga kesehatannya, memperkokoh bulu dan tulang sehingga trotolan selalu terlihat aktif dan lincah.

Pengakuan Mr. G Kandang breeding yang baik harus memenuhi 3 syarat kriteria,  yaitu :

  1. Pencahayaan , indukan harus mendapat sinar matahari pagi dan siang hari
  2. Sirkulasi udara, udara mengalir dari segala penjuru membuat suasana didalam kandang tidak panas.
  3. Kebersihan, kandang dicor beton bertujuan agar lebih mudah saat dibersihkan. Minimal 1 minggu sekali bisa disemprotkan dengan disenfektan.

    Salah satu kandang breeding Mr. G Kebumen

Ketiga poin diatas merupakan syarat dasar yang harus kita penuhi untuk memulai usaha breeding. Mr. G mengucapkan hal yang paling utama ialah manajemen keuangan, apabila kita bisa menghemat pengeluaran bisa dipastikan usaha kita akan berkembang. Kenapa kita harus menekankan pada manajemen keuangan, hal ini disebabkan burung mengalami sifat alamiah yaitu mabung. Apabila burung sudah memasuki masa mabung sudah dipastikan pundi-pundi penghasilan kita menjadi berkurang. Bila kita bisa berhemat, maka indukan yang mabung bisa kita ganti dengan indukan baru dengan cara membeli dari uang yang kita simpan. (HpoNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.